Selasa, 22 Februari 2011

173 demonstran tewas di Libya ( Libya bergejolak)

Penumpasan Demonstran di Libya Tewaskan Sedikitnya 173 Orang

Namun, sumber-sumber di Benghazi mengungkapkan penumpasan sudah menewaskan 200 orang lebih dan mencederai ratusan lainnya.

Pasukan keamanan Libya kembali menembaki demonstran anti-pemerintah, sementara kelompok HAM yang bermarkas di Amerika mengatakan jumlah korban tewas di Libya menjadi 173 orang dalam kerusuhan lima hari.
Hari Minggu, saksi mata di Benghazi, kota terbesar kedua di Libya,  mengatakan pasukan keamanan menembaki pelayat yang menghadiri pemakaman pengunjuk rasa yang tewas sehari sebelumnya. Aparat keamanan hari Sabtu juga melepaskan tembakan ke arah massa yang berkumpul untuk pemakaman para aktivis.
Sumber-sumber di rumahsakit di Benghazi mengungkapkan penumpasan dalam seminggu ini sudah menewaskan setidaknya 200 orang dan mencederai ratusan lainnya.
Kepala Uni Eropa Catherine Ashton hari Minggu mengimbau Libya agar menghentikan kekerasan terhadap demonstran.
Libya mengancam akan menangguhkan kerjasama dengan Uni Eropa mengenai isu-isu imigrasi jika Uni Eropa tetap mendukung demonstrasi mendukung pro-demokrasi.
Menurut media Arab, setidaknya 15 demonstran tewas dalam penembakan hari Sabtu, yang disebut sejumlah penduduk sebagai pembantaian. Para saksi mata mengatakan, penembak jitu beraksi setelah pelayat mencoba menyerbu satu bangunan militer.
Sementara itu, pemerintah Turki memulangkan ratusan warganya dari Libya karena kerusuhan politik dan kekerasan di negara Afrika Utara itu. Pejabat pemerintah mengatakan lebih dari 530 orang kembali ke Turki sejak Sabtu. Beberapa orang ikut penerbangan komersial, lainnya ikut dalam pesawat yang disewa pemerintah Turki.
Pejabat Turki berencana mengirim dua lagi pesawat evakuasi ke Libya hari Minggu. Media Turki, seperti dikutip kantor berita Perancis, melaporkan beberapa warga Turki yang bekerja untuk perusahaan negara di Libya diserang oleh demonstran.
Menurut Duta Besar Turki di Tripoli, ada sekitar 6.000 warga Turki yang tinggal di kawasan yang terkena dampak kekerasan di Libya.
Readmore »

Rabu, 16 Februari 2011

Demo Spektakuler Ala Mesir

dakwatuna.com – Cairo, Demo Spektakuler. Itulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan  demo yang terjadi di Mesir. Karena merupakan demo terbesar yang pernah ada di seluruh dunia, berlangsung dalam waktu yang cukup lama, 18 hari berturut-turut, dan terjadi di seluruh penjuru Mesir.
Ada kekuatan besar yang mengorganisir dibalik gerakan rakyat tersebut. Puluhan juta rakyat mesir dari berbagai ragam agama, profesi, jenis kelamin mampu dimobilisasi dengan sangat rapi. Ada yang bertugas untuk suplai logistic, ada yang menyiapkan informasi terbaru, ada yang bertugas keamanan, ada yang menjadi orator, ada mengirim berita ke berbagai media massa, ada juga kelompok yang membersihkan sampah-sampah di jalanan… dst.
Bahkan ada kelompok-kelompok yang menjaga tempat-temapt ibadah, khususnya gereja selama 24 jam, agar tidak dirusak oleh pemerintah, namun pelakunya dialamatkan kepada para pendemo.
Pada kesmepatan lain, pemerintah dengan sengaja membebaskan ratusan nara pidana kriminal, namun  dengan syarat, mereka harus melakukan pengkrusakan di jalanan, fasilitas umum, juga bentrok dengan pendemo. Tapi usaha itu bisa diantisipasi oleh pendemo, ketika ada sedikit profokator, salah satu di antara mereka saling mengingatkan… “Tsaurah salimah atau intifadhah salimah, atau uangakapan singkat, salimah salimah salimah… silmiyah silmiyah silmiyah” yang maksudnya bahwa gerakan mereka damai, tidak boleh ditunggangi oleh anasir-anasir anarkis.
Bahkan militer pun tidak bisa menghalau dan membubarkan pendemo, padahal militer Mesir terkenal sangat tegas dan dipersenjatai dengan lengkap. Ribuan senjata berat, tank-tank dikerahkan di jalan-jalan, namun mereka juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab, para pemuda, para pendemo berlaku simpatik kepada militer, para pemuda itu tidur di bawah, di depan, di samping dan di belakang tank-tank, bahkan di roda tank-tank tersebut. Militer tidak bisa berkutik, justeru mereka turut serta dalam barisan para demonstran.
Ini yang menyebakan AS dan Israel tidak bisa ikut campur, meski kapal perang dengan kekuatan 800 tentara sudah merapat di lautan Mesir.
Luapan kegembiraan sontak memenuhi seluruh penjuru Mesir, ketika mendengar  pengunduran diri Hosni Mubarak. Di  Medan Tahrir, di Istana Kepresidenan, di gedung MPR, di stasiun televisi pemerintah dan di jalan-jalan seluruh penjuru Mesir, para demonstran dan masyarakat menyambut turunnya pemimpin diktator itu dengan sujud syukur, saling berjabat tangan, saling mengucapkan selamat, derai air mata, dan rasa haru menyatu.
People power, reformasi damai, intifadhah ummah, tsaurah salimah wa silmiyah telah menuai hasil, berkat kekuatan besar di Mesir. Tanyakan kepada rakyat Mesir, siapa kekuatan besar itu? Dan tentu  berkat campur tangan Allah swt. dari awal dan akhir. “Wallahu ghaalibun alaa amrihii walaakinna aktsarannaasi laa ya’lamuun” (ut)
http://gus-ulis.blogspot.com / http://www.facebook.com/?ref=home#!/gus.ulis
Readmore »

Selasa, 15 Februari 2011

Nge-Teh bareng Riham Community[Februari]

Start:     Feb 16, '11 12:00a
Location:     Kadipiro, margodadi, Seyegan, Sleman, Yogyakarta>Perempatan Godean ke utara>Selokan ke kanan, ikuti tanda   
Yuk Nge-Teh bareng Ricom, kita bakalan kupas abiz about
"Badan Sehat, Semangat Melesat!"
Kapan tuh?
Sabtu, 26 Februari 2011 jam 15.30 di rumah Arya Sukmana, Personil Riham, pemilik sukmamana.multiply.com
Mana tuh?
Kadipiro, margodadi, Seyegan, Sleman, Yogyakarta>Perempatan Godean ke utara>Selokan ke kanan, ikuti tanda
Jam?
15.30
Readmore »

Chatting

Create a Meebo Chat Room