Senin, 23 Februari 2009

Masih Ingat Dengan Ahmad.....


He is Ahmad Khairuddin. Si calon Ulama Mujtahid dan CEO International. Masih berusia 17 tahun dan telah hafal Qur'an 30 juz. Impiannya yang lain ialah bergabung bersama Harakat Al-Muqawwamatul Islamiyyah atau HAMAS di Palestina melawan zionis Israel.
Saya tak jemu2nya kagum dengan semangat anak muda ini. Kabar terakhir sejak pekan lalu ia telah hijrah ke utara Malaysia untuk melanjutkan studi ilmu agama. Sementara rumahnya sendiri ada di Selangor, selatan Malaysia. Ya kira2 kalau rumah kita di jogja hijrahnya ke lampung!
Halooo...sahabat2ku yang masih 17 tahun atau yang ga jauh2 dari umur segitu, udah berbuat apa aja diumur segitu? Untuk Islam? Untuk masyarakat? Untuk umat? Untuk Palestina? Untuk akhir hidupmu? Atau setidaknya untuk kebaikanmu?

Tribute to Ahmad...
Reza's Notes

Readmore »

Jumat, 20 Februari 2009

Learn from Malaysian....



Beberapa waktu yang lalu, tepatnya antara tanggal 24 Januari hingga 4 Februari 2009 penulis dapat kesempatan dan pengalaman yang luar biasa berharga. Saya dapat amanah untuk menjadi Peer Teacher (Mentor) anak2 Malaysia yang study tour ke Jogja. Rugi banget kalau misal tidak saya share ke sahabat2 semua. Alkisah, ada serombongan 25 anak2 muda Malaysia baru lulus SMA (rata2 umurnya baru 17 tahun) yang study tour ke Jogja. Eit, bukan sembarang study tour nih. Tapi nggak tanggung2. Ngaku mereka tu ya, mereka pengin belajar DAKWAH di Indonesia, khususnya Jogja. Hah, DAKWAH? Hare gene ada remaja yang mau2nya belajar dakwah? Ya iya lah.
Buktinya ada tuh! En lagi2 nggak tanggung2, belajarnya sampai2 harus nyeberang antar negara. Dan nggak hanya di Jogja belajarnya. Sebelumnya mereka sempet mampir ke Jakarta dulu. Sama. Mereka juga belajar dakwah di Jogja. Singkat cerita, banyak yang mereka lakukan disini. Mulai dari touring situs dakwah di Jogja, ketemu tokoh2 penggerak dakwah jogja, n menimor. Selama saya mendampingi mereka, banyak hal yang saya gali dari mereka, terutama soal mindset dan lifestyle. Wuih, 180 derajat berbeda dengan kebanyakan anak2 muda Jogja. Satu contoh soal impian atau cita-cita. Ini nih list impian mereka...

NO

Nama

Visi

1

Mohammad Anas bin Noor Azlan

Doctor dan pengarah film animasi

2

Muna Majidah binti Zameran

Pakar Pemakanan / Ahli Gizi

3

Maryam Atikah Abdull Rahim

Pakar Ekonomi

4

Mardhiah binti Kursus

Businesswoman

5

Sakeenah bt Salleh

Guru matematika/Interior designer

6

Nadiah Husna bt Zainuddin

Nutritionist

7

Nadhirah binti Mohd Khairudin

Dentist & Businesswoman

8

Muna ‘Adilah Abdul Halim

Pengusaha cafe & pakar motivasi

9

Hajar Fatimah bt Norizan

Pakar Psikologi

10

‘Uzma bt Mohamad tahir

Doktor Gigi Profesional

11

Zainab binti Salim

Chef / Jurutera

12

Zati ‘Arifah bt Afandi

Akuntan (Islamic Banking)

13

Ahmad Irsyad bin Ahmad Zaidan

CEO syarikat permobilan international

14

Abdullah Munir bn Mohd Aizaini

Penganalisa Ekonomi Dunia

15

Ahmad Khairuddin

CEO Consultant Intenational

Ulama Mujtahid

16

Anas ‘Abidin bin Sazali

Islamic Akauntan

17

Khairul ‘Abid bin Shamsul

Astronaut

18

Muadz b Ahmad Shazali

International Lawyer

19

Muhammad Irfan bin Md Nor

Pakar bidang Isllamic banking

CEO Syarikat Import & Eksport

20

Muhammad Irfan bin Shahrin

Pakar psikiatrik/forensik

Pakar IT yg mencipta software

21

Nawal Saudah binti Shamsudin

International film maker

Multimedia IT

22

Aimi Nadiyah binti Azlan

Akauntan

23

Zubayr Afiq b Zakaria

Pengurus Firma Quantity Surveying sendiri yg terkenal di Indonesia

24

Mohamad Zahid Jamaluddin

Marketing Manager @ PR

Internationall Motivator & Tariner

25

Mohammad Salman bin Abd Jaafar

Machine Scientist



Jreng...jreng...Nah, apa yang sahabat2 semua pikirkan lihat list impian mereka yang at least sangat jelas dan terarah. Mereka dah tahu keinginan mereka apa. En jangan salah. ketika mereka saya tanya "gimana caranya?" wohoho...every single thing yang mereka perlukan untuk mencapai impiannya itu telah mereka persiapkan. So, what about us?
Satu contoh nih, coba lihat anak di nomor 15 yang namanya Ahmad. Bayangkan, apa ada anak jogja yang punya cita-cita jadi ULAMA MUJTAHID mengikuti jejak Syeikh Yusuf Qardhawi? Dan Ahmad ini telah memulainya sekarang dengan telah menjadi seorang HAFIDZ QURAN ketika ia menyelesaikan bangku SMAnya. Dan insyaAllah, november besok Ahmad akan terbang ke Mesir untuk studi ilmu Syariah di Universitas Al Azhar, Kairo!!! Then, what about us?
Saya yang mendalami ilmu psikologi khususnya psikologi pendidikan remaja, menemukan kenyataan yang miris banget dikalangan remaja Jogja. Gimana nggak? Dari beberapa survei yang saya lakukan terhadap beberapa kelompok remaja di jogja, jangankan ditanya tentang cita-cita, pertanyaan tentang "Prestasi apa yang ingin kamu capai selama satu tahun ke depan?" banyak yang bingung ngejawabnya.
Saya sendiri sudah sejak lama mendambakan munculnya, setidak2nya sekelompok remaja yang seperti Ahmad ini. Dia tahu apa yang harus ia perbuat untuk agamanya, namun ia juga tidak melupakan peluang suksesnya menggapai puncak kepemimpinan dunia. Hafidz Quran, Ulama Mujtahid, tapi juga CEO International. Keren banget kan!!!
Nah, sekarang tinggal kitanya aja mau seperti mereka atau nggak!
Mau contoh lagi? Lihat tuh anak nomor 17 yang namanya Khairul 'Abid. Bayangin jadi astronout coba. Anak jogja? Boro2 astronot, jadi pilot aja mungkin sekarang dah banyak yang langka yang minat kalii yaa... Tapi lagi2 ketika 'Abid saya tanya "gimana caranya?", dengan mantap dia ngomong kalau september besok sudah berangkat ke United Kingdom buat ngambil sekolah antariksa. Kebayang nggak besok ada astronot muslim! Such a wonderful dream, right!
Nggak perlu saya beri contoh yang lain lagi, nanti tambah shock malah repot. Hehe. Yang jelas dua contoh ini dah dengan gamblang nyontohin kalau nyusun impian sesegera mungkin itu hukumnya berbanding lurus dengan semakin deketnya kesuksesan. Okey, silahkan saja ada anekdot jawa "Wong bejo ngalahne wong pinter". Tapi, kalau kita emang pengin bener2 jadi orang cerdas, singkirkan anekdot jawa itu sejauh mungkin dari kepala kita. Karena anekdot itu hanyalah pembenaran bagi sebuah kemalasan! So, what do you waiting for? jangan bengong aja. Ambil kertas sekarang, tulis kau ingin jadi apa 40 tahun ke depan? Tulis lagi pengin jadi apa loe 30 tahun ke depan? terus tulis lagi sampai kamu tahu apa yang bakal kamu lakuin 6 bulan sampai 1 tahun ke depan. Okey, saya juga nulis nih. Jadi sama-sama.
Ga ada yang ga mungkin. Karena kita punya ALLAH dan selama kita MAU...

Memory of R2J3
Reza's Notes
Readmore »

Kamis, 12 Februari 2009

Memaknai Cinta

Ya Alloh, jika aku jatuh cinta,

Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu

Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu

Ya Alloh, jika aku jatuh cinta

Jagalah agar cintaku padanya tidak melebihi cintaku padaMu

Ya Alloh, jika aku jatuh hati

Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut padaMu

Agar tidak jatuh aku ke dalam jurang cinta semu

Ya Alloh, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hatiMu

Ya Robbul Izzati, jika aku rindu

Rindukanlah aku pada seseorang yang merindu syahid di jalanMu

Ya Alloh, jika aku rindu

Jagalah rinduku padanya agar aku tidak lalai merindukan surgaMu


Cuplikan doa diatas mengungkapkan rasa cinta yang dalam. Kelembutan hati, dan ketajaman pikiran. Betapa tidak, segala sesuatu yang ia cintai, dikembalikan pada Sang Pemilik Cinta, Alloh swt. Apakah makna cinta begitu dalam hingga ia mampu menorehkan kata dan syair yang mengguggah hati??

Cinta, sebuah kata yang mampu membuat sang pengecut menjadi pemberani, pemalas menjadi rajin, pencontek menjadi jujur, bandel menjadi alim, dan sederet perubahan dramatis lain yang mengejutkan. Namun, cinta yang tidak pada tempatnya, juga mampu membuat lelaki bunuh diri karena cintanya tertolak, membuat wanita berdandan menor dan berpakaian ala kadarnya, dan perbuatan konyol lain yang memilukan. Sebenarnya, apa itu cinta hingga gejolak rasa itu mampu membuat perubahan bagi dunia (whezz...)

Ketika cinta kita maknai sesungguhnya, maka hakekat cinta itu luas, dalam dan sangat mempesona. Cinta itu tak terbatas pada makna, tertariknya seseorang laki-laki/wanita kepada lawan jenisnya. Karena Cinta, Alloh menurunkan risalah Islam kepada Muhammad saw. Atas dasar cinta, Alloh mengutus para rasul untuk menyampaikan agama tauhid. Sebab Cinta, Alloh menyuruh kita tidak menyekutukanNya. Karena Cinta...dan cinta akan melahirkan pesona yang menentramkan jiwa.

Cintalah yang memberikan energi bagi Rasulullah saw untuk menyampaikan risalah Islam kepada manusia. Cinta beliau kepada kita-lah yang membuat kepala beliau beruban karena memikirkan nasib umatnya, kita sodara-sodara...

Gali lagi makna cinta yuk...

Cinta orang tua kepada kita, yang membuat diri kita sekarang masih berstatus sebagai pembelajar. Bayangkan jika orang tua kita tak punya cinta, pasti tak jelas nasib kita sekarang. Apakah ibu yang setiap hari menanak nasi dan sayur untuk sarapan itu bukan lahir karena cinta? Apakah ayah yang kerja keras menafkahi keluarga itu juga bukan bagian dari cinta?

Manusia adalah makhluk penuh cinta. Dengan cinta, kita semaikan keindahan ukhuwah. Muka berseri ketika bertemu sodara, smile, salam dan jabat tangannya (ingat2 hanya untuk yang mahrom saja). Karena kita punya modal cinta, maka tunjukkan bekal itu pada saudara-saudara kita. Kalo kita memberi dengan cinta, insya Alloh dapat balasan cinta pula. Tapi kalo bertemu dengan teman pun muka cemberut yang kita pasang, maka jangan harapkan dapat doorprize cinta darinya.

Bagaimana cinta harus diletakkan??

Resep mujarab untuk mendapat cinta (ini dah dijamin sama Alloh dan gak bakal rugi!) adalah dengan menempatkan rasa cinta pada tempatnya. Maksudnya, kita harus tau dan mau menempatkan cinta yang benar. Generasi muslim harus bangga karena ia punya Alloh sebagai Dzat untuk berlabuh cinta. Sebab, Cinta Alloh tidak akan pernah membuat hambaNya kecewa. Jika seorang hamba mengutamakan Alloh dalam menambatkan cintanya, maka Alloh akan memberi cinta tak terkira, bahkan seluruh makhluk di bumi, langit dan lautan akan disuruh Alloh untuk mencintai hambaNya itu. Subhanalah...bisa dibayangkan, bakal dicintai makhluk-makhluk!!

Menyinggung cuplikan doa di awal, sang hamba yang berdoa pada Alloh itu sadar, bahwa cinta yang utama harus ia tambatkan pada Alloh agar ia tak kecewa dan mendapat hadiah luar biasa dari Alloh swt. Jadi ingin menambatkan cinta utama pada Alloh kan? Tes diri kita yuk, sebesar apa cinta kita pada Alloh. Jangan-jangan belum seberapa, sehingga kita belum mendapat cinta dari banyak makhluk. Tanda-tanda cinta adalah:

· Mengingat-ingat

· Merindukan

· Mencintai apa yang disukai oleh yang dicinta (maaf bahasanya muter2)

· Memperhatikan kata-kata yang dicintai dan mendengarkannya

· Tunduk dan patuh pada yang dicintai

· Berkorban untuk menyenangkan yang dicintai

· Segera menghampiri yang dicintai

· Menghindari hal-hal yang tidak disuka oleh yang dicintai

· Dll

Sebenarnya masih banyak tanda-tanda cinta. Nah, sekarang, apa kita sudah bisa dikatakan cinta pada Alloh, Sang Pemilik Cinta? Kalau belum, segera yuk, untuk mencintai sesuai tempat dan tingkatan yang tepat. Semoga menjadi pecinta yang diRidhoi-Nya. Amiin...(By: Sahaja)

Readmore »

Rabu, 11 Februari 2009

bikin hari-harimu semakin fresh

Segarkan jiwa mudamu
Readmore »

Chatting

Create a Meebo Chat Room