Ya Alloh, jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu
Ya Alloh, jika aku jatuh cinta
Jagalah agar cintaku padanya tidak melebihi cintaku padaMu
Ya Alloh, jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut padaMu
Agar tidak jatuh aku ke dalam jurang cinta semu
Ya Alloh, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hatiMu
Ya Robbul Izzati, jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindu syahid di jalanMu
Ya Alloh, jika aku rindu
Jagalah rinduku padanya agar aku tidak lalai merindukan surgaMu
Cuplikan doa diatas mengungkapkan rasa cinta yang dalam. Kelembutan hati, dan ketajaman pikiran. Betapa tidak, segala sesuatu yang ia cintai, dikembalikan pada Sang Pemilik Cinta, Alloh swt. Apakah makna cinta begitu dalam hingga ia mampu menorehkan kata dan syair yang mengguggah hati??
Cinta, sebuah kata yang mampu membuat sang pengecut menjadi pemberani, pemalas menjadi rajin, pencontek menjadi jujur, bandel menjadi alim, dan sederet perubahan dramatis lain yang mengejutkan. Namun, cinta yang tidak pada tempatnya, juga mampu membuat lelaki bunuh diri karena cintanya tertolak, membuat wanita berdandan menor dan berpakaian ala kadarnya, dan perbuatan konyol lain yang memilukan. Sebenarnya, apa itu cinta hingga gejolak rasa itu mampu membuat perubahan bagi dunia (whezz...)
Ketika cinta kita maknai sesungguhnya, maka hakekat cinta itu luas, dalam dan sangat mempesona. Cinta itu tak terbatas pada makna, tertariknya seseorang laki-laki/wanita kepada lawan jenisnya. Karena Cinta, Alloh menurunkan risalah Islam kepada Muhammad saw. Atas dasar cinta, Alloh mengutus para rasul untuk menyampaikan agama tauhid. Sebab Cinta, Alloh menyuruh kita tidak menyekutukanNya. Karena Cinta...dan cinta akan melahirkan pesona yang menentramkan jiwa.
Cintalah yang memberikan energi bagi Rasulullah saw untuk menyampaikan risalah Islam kepada manusia. Cinta beliau kepada kita-lah yang membuat kepala beliau beruban karena memikirkan nasib umatnya, kita sodara-sodara...
Gali lagi makna cinta yuk...
Cinta orang tua kepada kita, yang membuat diri kita sekarang masih berstatus sebagai pembelajar. Bayangkan jika orang tua kita tak punya cinta, pasti tak jelas nasib kita sekarang. Apakah ibu yang setiap hari menanak nasi dan sayur untuk sarapan itu bukan lahir karena cinta? Apakah ayah yang kerja keras menafkahi keluarga itu juga bukan bagian dari cinta?
Manusia adalah makhluk penuh cinta. Dengan cinta, kita semaikan keindahan ukhuwah. Muka berseri ketika bertemu sodara, smile, salam dan jabat tangannya (ingat2 hanya untuk yang mahrom saja). Karena kita punya modal cinta, maka tunjukkan bekal itu pada saudara-saudara kita. Kalo kita memberi dengan cinta, insya Alloh dapat balasan cinta pula. Tapi kalo bertemu dengan teman pun muka cemberut yang kita pasang, maka jangan harapkan dapat doorprize cinta darinya.
Bagaimana cinta harus diletakkan??
Resep mujarab untuk mendapat cinta (ini dah dijamin sama Alloh dan gak bakal rugi!) adalah dengan menempatkan rasa cinta pada tempatnya. Maksudnya, kita harus tau dan mau menempatkan cinta yang benar. Generasi muslim harus bangga karena ia punya Alloh sebagai Dzat untuk berlabuh cinta. Sebab, Cinta Alloh tidak akan pernah membuat hambaNya kecewa. Jika seorang hamba mengutamakan Alloh dalam menambatkan cintanya, maka Alloh akan memberi cinta tak terkira, bahkan seluruh makhluk di bumi, langit dan lautan akan disuruh Alloh untuk mencintai hambaNya itu. Subhanalah...bisa dibayangkan, bakal dicintai makhluk-makhluk!!
Menyinggung cuplikan doa di awal, sang hamba yang berdoa pada Alloh itu sadar, bahwa cinta yang utama harus ia tambatkan pada Alloh agar ia tak kecewa dan mendapat hadiah luar biasa dari Alloh swt. Jadi ingin menambatkan cinta utama pada Alloh kan? Tes diri kita yuk, sebesar apa cinta kita pada Alloh. Jangan-jangan belum seberapa, sehingga kita belum mendapat cinta dari banyak makhluk. Tanda-tanda cinta adalah:
· Mengingat-ingat
· Merindukan
· Mencintai apa yang disukai oleh yang dicinta (maaf bahasanya muter2)
· Memperhatikan kata-kata yang dicintai dan mendengarkannya
· Tunduk dan patuh pada yang dicintai
· Berkorban untuk menyenangkan yang dicintai
· Segera menghampiri yang dicintai
· Menghindari hal-hal yang tidak disuka oleh yang dicintai
· Dll
Sebenarnya masih banyak tanda-tanda cinta. Nah, sekarang, apa kita sudah bisa dikatakan cinta pada Alloh, Sang Pemilik Cinta? Kalau belum, segera yuk, untuk mencintai sesuai tempat dan tingkatan yang tepat. Semoga menjadi pecinta yang diRidhoi-Nya. Amiin...(By: Sahaja)


1 komentar:
cinta memang sesuatu yang indah, sehingga patut diindahkan. Maha Indah sudah memberi keindahanNya lewat kata, perbuatan dan takdir.
Posting Komentar